Update Kebakaran TNBTS 30 Agustus 2026: Api Masih Membara di Kawasan Lumajang
30 Agustus 2026 – Kebakaran hutan kembali terjadi di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS), Jawa Timur. Hingga Minggu malam (30/8/2026), sejumlah titik api di wilayah Kabupaten Lumajang masih terpantau membara dan petugas gabungan terus melakukan upaya pemadaman.
Kebakaran kali ini berada di kawasan Ayek-Ayek dan Pangonan Cilik, wilayah TNBTS Kabupaten Lumajang. Api pertama kali terdeteksi pada 27 Agustus 2026 di sekitar kawasan Ranu Kembang, yang berada di atas Ranu Kumbolo. (Transku Bromo)
Pemadaman Masih Dilakukan
Petugas dari Balai Besar TNBTS, BPBD, TNI, Polri, serta unsur terkait masih melakukan pemadaman secara langsung di lapangan. Kondisi medan yang terjal dan sulit dijangkau menjadi salah satu kendala utama.
Sumber air juga berada cukup jauh dari lokasi kebakaran. Petugas harus mengambil air dari sumber yang berjarak sekitar 3 kilometer untuk mendukung proses pemadaman menggunakan peralatan seperti jet shooter. Selain pemadaman dari darat, operasi udara dengan metode water bombing juga dilakukan untuk menjangkau area yang sulit diakses.
Sekitar 170 Hektare Terdampak
Berdasarkan laporan terbaru pada 30 Agustus, area yang terdampak kebakaran di wilayah TNBTS Lumajang diperkirakan telah mencapai sekitar 170 hektare. Asap masih terlihat membumbung dari sejumlah titik di kawasan Ayek-Ayek dan Pangonan Cilik.
Kondisi tersebut juga berdampak langsung terhadap aktivitas pendakian Gunung Semeru. Jalur pendakian Semeru masih ditutup total untuk menjaga keselamatan pendaki sekaligus memberikan ruang bagi petugas dalam melakukan proses pemadaman. Hingga 30 Agustus, tercatat 162 kelompok pendaki, terdiri dari 1.217 WNI dan 18 WNA, terdampak penutupan jalur tersebut.
Apakah Wisata Gunung Bromo Ikut Ditutup?
Perlu diketahui bahwa kebakaran yang diberitakan pada 30 Agustus ini berada di wilayah TNBTS Kabupaten Lumajang, khususnya kawasan Semeru, sehingga tidak tepat jika disebut sebagai kebakaran baru yang sedang melanda seluruh kawasan wisata Gunung Bromo.
Sebelumnya, kebakaran besar yang melanda kawasan Bromo sejak 3 Agustus 2026 telah berhasil dikendalikan setelah operasi pemadaman dan pendinginan dilakukan selama hampir dua pekan. Kementerian Kehutanan menyatakan tidak ditemukan lagi api aktif pada 14 Agustus, meskipun proses pendinginan dan pemantauan tetap dilakukan.
Kawasan wisata TNBTS kemudian diumumkan kembali dibuka mulai 20 Agustus 2026 setelah kebakaran sebelumnya berhasil dikendalikan.
Imbauan untuk Wisatawan
Wisatawan yang memiliki rencana perjalanan ke kawasan Bromo dan sekitarnya disarankan untuk selalu mengikuti informasi resmi dari Balai Besar TNBTS serta memperhatikan kondisi cuaca dan situasi kebakaran terbaru.
Sementara itu, masyarakat maupun wisatawan tidak diperbolehkan mendekati lokasi kebakaran, khususnya kawasan yang berada di sekitar jalur pendakian Semeru, karena proses pemadaman masih berlangsung dan kondisi medan cukup berbahaya.
Update terakhir: Minggu, 30 Agustus 2026.
Artikel ini akan diperbarui apabila terdapat informasi resmi terbaru mengenai kondisi kebakaran maupun perubahan akses wisata di kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru.








